5 Ide Undangan Pernikahan yang Unik & Bermanfaat

Photo: http://www.hotnews.sg

Hari pernikahan bukanlah sesuatu yang instan, karena cukup banyak yang perlu dipersiapkan dan disesuaikan. Salah satu bagian terpenting yaitu, menentukan undangan pernikahan. Selain menentukan budget dan jumlahnya, kita juga perlu menentukan tema atau bentuk undangannya. Mau seperti apakah bentuk undangannya? Berbentuk digital atau hard cover?

Undangan berbentuk digital memang bisa dibilang jauh lebih praktis. Apalagi jika kita bisa membuatnya dengan desain sendiri, maka akan jadi lebih hemat. Meskipun demikian, undangan pernikahan berbentuk hard cover juga masih banyak dijadikan pilihan. Karena bagi sebagian orang, undangan yang berbentuk hard cover ini bisa memberi kesan yang lebih formal. Tapi tidak jarang juga lho, undangan berbentuk hard cover ini berujung terbuang begitu saja. Nah.. bagaimana supaya undangan ini tidak terbuang sia-sia? Simak 5 ide undangan pernikahan yang unik dan bermanfaat berikut ini yuk!

1.Undangan berbentuk kalender

Photo by @undangan.manten on Instagram

Tidak hanya berguna sebagai pajangan di atas meja, undangan pernikahan berbentuk kalender ini juga bisa dijadikan sebagai reminder bagi para tamu undangan lho! Bisa jadi reminder hari pernikahanmu dan juga hari-hari penting lainnya, misalnya seperti tanggal merah. Jadi sudah pasti sangat berguna dan tidak akan terbuang sia-sia.

2. Undangan berbentuk kipas

Photo by @kartuundanganpernikahan on Instagram

Undangan berbentuk kipas ini bisa jadi salah satu opsi juga lho.. Bentuknya yang unik, simple, dan mudah dibawa kemana-mana pasti tidak akan dibuang atau diletakan di sembarang tempat. Undangan berbentuk kipas ini juga sangat berguna untuk kita yang berada di daerah iklim tropis, karena bisa jadi solusi di saat gerah.

3. Undangan dalam bentuk totebag

Photo by @hobbyphobic_project on Instagram

Gimana kalau kamu dapat undangan seperti ini? yakin bakal dibuang? sudah pasti jawabannya, tidak dong.. Karena undangan dalam bentuk totebag ini sangat bermanfaat. Bisa dipakai untuk sehari-hari, atau dijadikan tas untuk berbelanja sehingga tidak memakai plastik lagi dan jadi lebih ramah lingkungan.

4. Undangan berbentuk notebook

Photo by @onward_invitation on Instagram

Undangan dalam bentuk notebook tentu sangat bermanfaat bagi para tamu undangan yang menerimanya. Karena bisa dijadikan sebagai catatan harian dan undangan seperti ini juga mudah dibawa kemana-mana. Terlebih lagi dengan adanya desain yang cantik, pasti para tamu yang menerima undangan seperti ini akan disimpan dengan baik.

5. Undangan dalam bentuk talenan

Photo by @souvenirmurah_erchicraft on Instagram

Buat yang hobi masak di dapur pasti senang mendapat undangan yang berbentuk talenan seperti ini. Bagaimana tidak, udangan talenan sangat berguna untuk memoton bawang, cabai, wortel, dan sejenisnya. Jadi tidak usah khawatir, sudah pasti undangan ini tidak akan terbuang seperti undangan hard cover pada umumnya.

Nah itu tadi 5 ide yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat undangan pernikahan yang unik dan bermanfaat. Ohiya, kelima bentuk undangan tersebut juga bisa sekaligus dijadikan souvenir lho!

Program Ngaji From Home: Solusi Ibadah & Belajar Al-Qur’an di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 telah membatasi kita untuk melakukan segala aktivitas di luar. Sehingga sulit untuk sekadar bertemu bahkan berkumpul bersama teman-teman. Namun hal ini rupanya tidak jadi penghalang bagi Komunitas Indonesia Quran Reciter Application (IQRA) untuk tetap mengadakan kegiatan belajar-mengajar membaca Al-Qur’an.

IQRA adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan dengan memfokuskan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan umat Islam. Biasanya, IQRA selalu mengadakan kegiatan belajar-mengajar ngaji secara langsung atau bertatap muka.  Akan tetapi, adanya pandemi ini tidak memungkinkan IQRA untuk melakukan hal tersebut. Sehingga keadaan dan situasi darurat ini membuat Tim IQRA berpikir, “bagaimana caranya kegiatan belajar dan mengajar ngaji tetap bisa berjalan walau tidak seperti biasanya?”

Akhirnya, Tim IQRA memutuskan bahwa IQRA harus tetap produktif di tengah pandemi covid-19. Sesuai dengan tagline IQRA yang berbunyi, #NgajiDimanapunKapanpun kini IQRA mengadakan program ngaji online yang bernama Ngaji From Home (NFH) sebagai alternative agar tetap produktif dengan kegiatan belajar dan mengajar membaca Al-Qur’an. Program NFH adalah program pendampingan belajar membaca Al-Qur’an secara online di tengah-tengah kesibukan bekerja atau kuliah, dan aktivitas harian lainnya.

Program Ngaji From Home (NFH) ini pertama kali sukses diselenggarakan selama bulan Ramadhan yang lalu. Berangkat dari keberhasilan itu, IQRA hadir kembali untuk mengadakan program NFH Batch September 2020. Berbeda dengan program NFH sebelumnya yang tidak terdapat ketentuan biaya. Pada program NFH Batch September kali ini sudah ditentukan biayanya, yakni biaya pendaftaran Rp35.000 dan infaq untuk 2 bulan Rp200.000. Menurut penulis, jumlah biaya yang ditentukan sangat terjangkau untuk belajar ngaji selama 2 bulan. Hal ini juga sekaligus bisa membuat para peserta menjaga komitmennya untuk melaksanakan kegiatan belajar ngaji online sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Tidak hanya sekadar ngaji, para peserta yang ikut program ini juga mendapat review tilawah yang dilakukan via WhatsApp Group selama 3 kali dalam satu pekan serta penyampaian materi via G-meets 1 kali dalam satu pekan. Selain ilmu yang bermanfaat terkait membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, para peserta yang mengikuti program ini juga akan mendapatkan ujian yang bisa jadi tolak ukur kemampuan dan hasil belajar ngaji selama 2 bulan. Para peserta yang selalu hadir atau minimal kehadirannya 70% juga akan mendapat E-sertifikat lho.. Tentunya, dengan mengikuti program NFH juga bisa menambah teman dan pengalaman baru yang seru, karena akan diajarkan langsung oleh para mentor yang sudah bersertifikat tilawati.

Perihal jadwal belajar ngaji pada program NFH ini ditentukan berdasarkan kesepakatan dengan para mentor, juga teman sekelasnya. Jadi, bisa bebas menyesuaikan waktu asalkan mentor dan teman-teman sekelasnya setuju. Dalam satu kelas, maksimal berisi 5 orang. Penetuan kelasnya ini ditentukan berdasarkan dari hasil placement test saat mendaftar.

Syukurnya, program NFH ini direspon dengan baik oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak sekolah, orang dewasa yang sudah bekerja, serta Ibu Rumah Tangga tertarik untuk bergabung dalam program ini. Tim IQRA juga dibantu oleh influencer Indah Ramadani untuk mempromosikan program NFH Batch September di TikTok, dan juga mengajak Amirtsa Raje yang juga sebagai influencer untuk mengikuti kelas Ngaji From Home. Respon kedua influencer tersebut pun sangat baik.

Program NFH bisa jadi salah satu bukti nyata, bahwa kecanggihan teknologi dan informasi saat ini mampu membawa dampak positive bagi para penggunanya. Bagaimana tidak, melalui program ngaji yang dilakukan secara online ini bisa mempertemukan para peserta dari daerah Aceh sampai  Jayapura. Dari program ini juga bisa diketahui bahwa, tidak ada batasan usia dalam memulai belajar ngaji.

Apabila ada teman-teman yang ingin bergabung, atau barangkali sedang membutuhkan guru ngaji, bisa ikuti akun @indoiqra di Instagram, karena akan ada informasi terkait program-program selanjutnya dan konten-konten menarik lainnya.

Keuntungan Kembalinya Popularitas Tie Dye di Masa Pandemi 2020

Tren fashion terus berputar yang jadul bisa jadi kekinian, pun sebaliknya. Salah satunya yaitu pakaian tie dye. Namun, kembalinya tren tie dye saat ini diketahui dapat membawa banyak keuntungan. Pasalnya peluang bisnis tie dye kini semakin meningkat, karena banyak peminatnya terutama di kalangan anak muda. Mulai dari masker, kaos, kerudung, celana, jaket, sweater, topi, kaos kaki, dan baju tidur dengan berbagai motif serta warna-warni tie dye kini mudah ditemukan di berbagai situs e-Commerce atau online shop yang ada di media sosial. Bahkan peralatan serta bahan-bahan untuk membuat pakaian tie dye pun banyak diperdagangkan.

Dari banyaknya motif tie dye, 2 motif yang paling populer yakni spiral dan crumple. Dalam proses pembuatan tie dye tidaklah sulit. Selain menggunakan pewarna kain yang berbentuk serbuk atau pasta, ternyata bisa juga menggunakan pemutih pakaian seperti byclin sebagai bahan pewarna untuk pakaian berwarna gelap. Dengan kemudahan membuat motif tie dye serta kemudahan dalam menemukan bahan-bahan pembuatannya, maka tak heran jika banyak yang bereksperimen membuat tie dye sendiri. Apalagi di masa pandemi ini, ketika berbagai aktivitas di luar rumah dibatasi.

Selain ditinjau dari peluang bisnis, keuntungan tie dye juga bisa dirasakan sebagai obat anti stress selama pandemi. Mengapa demikian? Karena melalui pembuatan tie dye mampu mengalihkan fokus seseorang terhadap berita covid-19 di media yang sering kali membuat cemas dan stress. Seperti yang dinyatakan oleh Dokter Andri selaku Dokter Spesialis & Psikiater, bahwa kecemasan kita dipicu oleh berita yang terus menerus tentang Covid-19. Maka, kita perlu mengurangi dan membatasi informasi seputar Covid-19. Salah satu caranya dengan melakukan hobi atau hal-hal yang menyenangkan.

Membuat tie dye adalah salah satu aktivitas yang menyengkan, karena mampu mengasah kreativitas dan meningkatkan produktivitas seseorang selama menjalani self-quarantine juga social distancing. Kita bisa membuat pola atau motif dengan kebebasan memilih warna yang kita sukai dalam pembuatan tie dye. Bagian paling menyenangkan dari pembuatan tie dye juga bisa dirasakan ketika melihat hasil warna yang kita pakai tidak selalu sesuai dengan ekspektasi, sehingga penuh dengan kejutan. Sementara itu, warna juga diketahui dapat mempengaruhi pikiran manusia dan sebagai terapi untuk mengatasi stres.

Dengan demikian, jika selama pandemi ini kamu merasa stres atau jenuh, membuat pakaian tie dye bisa jadi salah satu solusinya. Selain itu, kamu juga bisa bikin pakaian baru tanpa harus beli lho! Hanya dengan peralatan dan bahan yang sederhana, kamu bisa jadi produktif, kreatif, dan bisa lebih hemat.